Seorang buta berjalan menyelusuri jalan setapak yang sangat terang. Namun dia bingung, kok keliatan gelap sekali, jalanan ini. Bagaimana dia menemukan jalan untuk dia agar dia bisa kembali ke rumah dan berkumpul dengan keluarganya.
Seorang gadis remaja yang cantik terisak – isak menangis, di samping cowoknya, saat dia tahu, bahwa dia hamil dan cowoknya tidak mau bertanggung jawab. Bagaimana dia bisa menanggung beban tersebut, apa kata orang tuanya, bagaimana nanti dengan anaknya.
Seorang mahasiswa, terdiam saat skripsi nya di coret – coret oleh dosen pembimbing nya. Padahal dia dengan susah payah menyelesaikan Bab tersebut, Telah banyak uang yang di keluarkannya. harus kah di menyerah, atau mengambil jalan pintas, menembak mati sang Dosen. Itu Gila.
Ketika kita sangat sulit menemukan jalan keluar, dari permasalahan yang kita hadapi. Coba cari setitik sinar yang bisa menuntun kita ke arah sinar yag lebih terang. Biasanya orang terdekat kita lah, yang memberikan support dan dukungan moril kepada kita, agar dapat mengatasinya.
Seorang buta butu bantuan, sahabat terdekatnya, yaitu tongkat, sebagai penuntun arahnya. Seorang gadis yang hamil butuh tanggung jawab cowoknya, dan moril keluarganya. Seorang Mahasiswa butuh, dukungan orang tuanya, dan keteguhan dalam menyelesaikan Skirpsi nya.
Semuanya, ada jalan keluar, dan bagaimana kita menemukan jalan keluarnya. Bukan dengan jalan Bunuh diri atau jalan yang Salah.
note:
sebuah catatan: 2 desember 2006, dimana aku wisuda dan aku menemukan jalan keluar untuk meraih gelar S1 ku…setelah kusia siakan waktu yang begitu lama, seharusnya bisa S2 ya dengan waktu selama ini.
DIarsipkan di bawah: Refleksi | Ditandai: blogger jambi, bloggerjambi, ika uii, uii, wisuda uii







