Musim buah – buahan di Jambi dimulai dengan buah Durian di akhir tahun 2007. Dan sekarang buah Rambutan. Tau kan buah Rambutan? So pasti tau kan.
Di sepanjang jalan di daerah Sipin tepatnya di depan Tugu Juang, banyak pedagang rambutan yang sifatnya musiman. Layaknya pedagan pasti punya strategi jual. Sedang trend kali ya? mengikuti Operator – Operator Selular yang banting harga dengan murah [ biasanya menjebak ]. Begitu juga para pedagang musiman ini. Setahu saya harga Rambutan Rp. 7.000,- waktu membelinya di daerah The Hok ( Jambi Selatan ). Tau gak berapa harga yang di tawarkan para pedagang di depan Tugu Juang? ada yang 4 Kilo Rp.10.000,- ada yang 5 Kilo Rp.10.000,-. Gila murah bener, tergiur dengan harga yang fantastis, maka berhentilah diriku di depan salah satu Pedagang.
” Bener nih Bang harga-nya segini?” tanyaku.
“Bener Bang” jawab pedagang antusias.
“Busuk dak?” tanyaku kembali.
“Dak Bang,cuma keno panas Matahari be, iciplah”. tantang pedagang itu
saya mengambil satu buah Rambutan dan mencicipnya, rasanya manis dan masih bagus, tidak busuk seperti yang aku takutkan. Akhirnya saya membeli 5 Kilo dengan harga Rp.10.000,-.
Sampai dirumah dengan semangat 45 pingin menikmati Rambutan yang baru saya beli. Ternyata Rambutan yang di beli itu campuran antara buah busuk dan gagus. “Kurang ajar ni pedagangnya” pikirku. Ini ma penipuan namanya. Buah yang bagus di taruh di atas dan yang busuk di taruh di bawah. Tak terbayang berapa banyak orang yang tertipu? karena setiap melewati jalan tersebut selalu saja ramai. Akhirnya dengan terpaksa Rambutan yang baru aku beli berakhir di pembakaran.
Sebuah pengalaman bagi diriku, jangan sekali – sekali mudah tergiur dengan yang namanya murah sebelum meneliti sebelumnya. Untuk menikmati sesuatu yang berkualitas memang ada harga yang pantas untuk di bayar!
DIarsipkan di bawah: Jambi Site | Ditandai: Rambutan, Tugu Juang Jambi







