Waktu ditanya, Win u tahu gak SD 112 di Kenali? Begitu pesan SMS temanku. Dak tahu jawabku? Malamnya aku mampir ke Mess dia, dan nanya,
“Kok tumben nanya SD?
“Dak katanya, keponakannya si RM baru aja di culik tapi da bebas.
Dan di menceritakan lah kejadian penculikan keponakan teman kami itu, anak itu cewek dan masih duduk di kelas 2 SMP. Awalnya di hendak berangkat sekolah, dan Ojek langganannya sedang tidak ada, tiba2 ada orang yang mengaku ojek, menawarkan jasanya. Entah kenapa dia nurut saja. Bukannya di antar ke sekolahnya, malah dia di bawa ke Perkebunan Karet. Alhamdulillah di selamat. Dugaan pertama kami, dia akan di Jual atau di perkosa kemudian di bunuh. Sebab menurut si korban si tersangka ini menelpon kawannya dengan sandi “Disini Ada Pesta”.
Sekitar 1 bulan kemudian, anak Ketua RT tempat tinggalku mengalami kejadian yang sama, bedanya waktu kejadiannya sepulang sekolah. Setelah melakukan pencarian -+ 2 jam, akhirnya secara kebetulan penculik itu mengantar anaknya, dan di lihat Bapaknya. Karena melihat anaknya menangis setelah di antar orang yang tak di kenalnya. Bergegas dia mengejar sambail berteriak “Tolong” Sangat keras. akhirnya orang yang mendengar teriakanya menolong dan berhasil menangkap orang tersebut yang kemudian mengaku bernama Fauzi dan setelah di lihat KTP nya bernama Abdul Aziz. Setelah di gebuki Massa, di serahkan lah ke Polsek Kota Baru.
Setelah di Interograsi oleh Kepolisian ternyata korbannya 4 orang dan yang berhasil di perkosa [ sebanyak 4 kali ] berjumlah satu orang. Yakni korban pertama. Korban terakhir selamat.
Ada pertanyaan di dalam benakku
1. Pengidap penyakit Sexsual kah si Abdul Aziz ini? Jika dia penghidap Penyakit ( kalo dak salah, fedofilia) kenapa istrinya 4 orang dan korbannya gadis di bawah umur?
2. Mungkin di menuntut Ilmu yang mengharuskan memperkosa ABG. Ditemukan agenda kegiatan si Abdul Aziz dengan bahasa Sandi
Dengan Tertangkapnya Si Abdul Aziz ini, semoga tidak ada lagi kejadian seperti ini di Jambi
DIarsipkan di bawah: Jambi Site








Huff… jaman sekarang makin aneh-aneh aja nih prilaku manusia, kok seneng banget ya kembali ke jaman batu…
Eh.. jaman batu manusia dah ada belum ya, apa karangan Darwin aja tuh…
Apapun alasannya, tindakan seperti ini benar – benar keji dan lebih rendah dari hewan manapun didunia ini. Sayang hukum negara ini nggak terlalu adil untuk kasus – kasus semacam ini, dibandingkan hukuman yang diterima pelaku, tidak ada artinya dengan penderitaan si korban yang akan dijalaninya seumur hidup nya…
Huuff… Negara ku negara ku…
ada-ada aja pang kelakukan orang nag kada beres