Belanja dengan Permen

Kok bisa bang Vemo? Judul di atas perumpamaan kok. Gini waktu kita bebelanja di di Supermarket, Swalayan ataupun Toserba pernah gak uang kembalian kita dalam bentuk permen, untuk pecahan Rp.100,- atau di bawahnya? Jika pernah? kebayang gak di benak anda, berapa keuntungan dari sistem kembalian dengan permen tersebut? yuk buat perhitungan sederhana.

Misalkan kembalian Rp.100 di tukar dengan permen satu:

anggap satu permen Rp.50, jadi keuntungan dari setiap kembalian Rp.50

jadi jika rata-rata setiap hari ada 1000pengunjung dengan kasus yang sama, maka:

1000×50= Rp.50000, jika dikalikan dengan 30 hari maka Rp.1500000. Ini hanya untuk keuntungan dari kembalian saja. Bayangkan jika itu merupakan Supermarket, Swalayan, atau Toserba yang banyak pengunjungnya.

Coba kita kembalikan lagi, berbelanja dengan Permen? Mau gak ya mereka menerimanya? saya jamin gak ada bakalan yang mau menerima kalo kita berbelanja dengan permen.

Jadi saran saya, sebaiknya anda tidak mau menerima juga jika kembaliannya dengan permen.

Tinggalkan Balasan